Home > Vol 5, No 1 (2018) > Fahruni

Interaksi Tanaman Kacang Tanah (Arachishypogeae) dalam Agroforestri

Fahruni

Abstrak

Ketersediaan unsur hara dalam tanah hutan dipengaruhi oleh kerusakan hutan dan deforestasi seperti alih fungsi hutan. Upaya menjaga kecukupan hara tanah dapat diusahakan melalui penerapan pola agroforestry. Tanaman kacang tanah (Arachishypogeae )termasuk dalam ordo Leguminales dan mampu mensuplai unsur hara dari bagian tanamannya. Sebagai tanaman sela dalam pola agroforestri, kacang tanah memberikan interaksi bagi tanah dan tanaman di sekitarnya.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui interaksi tanaman kacang tanah terhadap ketersediaan unsur hara dan terhadap pertumbuhan tanaman karet (Heveabrasiliensis Muell, Arg.) pada pola agroforestri. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan pertumbuhan tanaman karet dan analisis tanah yang dilakukan sebelum dan sesudah penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa kacang tanah mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Unsur N meningkat dari 0,16% menjadi 0,45%, sehingga merangsang pertumbuhan vegetatif (warna hijau) seperti daun. Unsur P meningkat dari 5,57 mg/100 gr menjadi 8,93  mg/100 gr, Unsur K yaitu dari 15,87 mg/100 gr  menjadi 41,50 mg/100 gr, dan C organik meningkat dari 0,83% menjadi 1,55%. Interaksi tanaman kacang tanah sebagai tanaman sela mampu memberikan dampak pertambahan tinggi tanaman karet yaitu sebesar 77,68 cm. Dampak terhadap pertumbuhan diameter tanaman karet juga mengalami peningkatan pertambahan sebesar 0,59 cm dibandingkan pada hanya pola karet saja yaitu 0,28 cm.

Full Text

Full Text