Home > Vol 5, No 1 (2016) > Anwar Muda

ANALISIS KUAT TEKAN BEBAS PADA PEBAMBAHAN MATOS TERHADAP STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN SEMEN

Anwar Muda

Abstrak

                                                                    ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan (1). Untuk menentukan kuat tekan bebas (UCS) tanah lempung sebelum
distabilisasi pasir dan semen (2). Untuk menentukan kuat tekan bebas (UCS) tanah lempung sebelum
penambahan matos terhadap stabilisasi pasir dan semen. (3). Untuk menentukan kuat tekan bebas (UCS) tanah lempung setelah penambahan matos terhadap stabilisasi pasir dan semen. Metode penelitian dengan beberapa tahapan yaitu : A. Tahap persiapan. Tahap ini dilakukan (1). Menyiapkan contoh tanah lempung Desa Baringin, kota Palangka Raya. (2). Menyiapkan sampel matos, pasir dan semen. B. Tahap pelaksanaan. Pelaksanaan pengujian kuat tekan bebas dengan metode SNI 03-3638-1994. C. Tahap akhir. Tahap akhir yaitu 1. Untuk menentukan kuat tekan bebas (UCS) tanah lempung sebelum distabilisasi pasir dan semen. 2. Untuk menentukan kuat tekan bebas (UCS) tanah lempung sebelum penambahan matos terhadap stabilisasi pasir dan semen 3. Untuk menentukan kuat tekan bebas (UCS) tanah lempung setelah penambahan matos terhadap stabilisasi pasir dan semen untuk lapis perkerasan jalan raya.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kuat tekan bebas (UCS) tanah lempung sebelum distabilisasi pasir
dan semen sebesar 3.51 kg/cm2. Kemudian, kuat tekan bebas (UCS) Pada saat 0% matos pada stabilisasi
campuran 28% pasir dan 6% semen nilai UCS sebesar 9.10 kg/cm2. Kemudian, pada saat 2% matos, nilai UCS makin bertambah didapatkan 10.92 kg/cm2 dan bahkan 4% nilai UCS makin meningkat hingga 11.18 kg/cm2. Kemudian, pada saat 6% matos nilai UCS terus makin bertambah hingga 11.44 kg/cm2 dan pada penambahan 8% matos, nilai UCS terjadi peningkatan cukup besar yaitu 13.78 kg/cm2. Sedangkan pada penambahan 10% matos juga mengalami kenaikan nilai UCS sebesar 14,56 kg/cm2.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka bahan tambah matos dapat meningkatkan nilai UCS dan
memenuhi syarat sebagai subbase dan base jalan raya. Karena menurut Ingels dan Metcalf, 1972 (dalam
Hardiyatmo, 2010), bahwa nilai UCS hasil > 14 kg/cm2 dapat dipergunakan sebagai subbase dan base jalan
raya. Sedangkan menurut Ditjen Bina Marga yang didasarkan pada SNI 03-3438-1994 (dalam Hardiyatmo,
2010), bahwa campuran ini belum dapat dipergunakan sebagai subbase dan base jalan raya, karena nilai UCS hasil < 20 kg/cm2.

Kata kunci : analisis, kuat tekan bebas, matos, stabilisasi, pasir, semen

Full Text

Full Text