Home > Vol 5, No 1 (2016) > YETRO BAYANO

PERILAKU KERUNTUHAN

YETRO BAYANO

Abstrak

                                                        ABSTRAK

Tulangan sengkang vertikal berfungsi untuk mencegah terjadinya retak pada balok akibat gaya geser,
karena berfungsi untuk mengikat antara bagian balok di bawah retak geser dan bagian balok di atas retak
geser. Retak geser pada balok tidak akan terjadi jika tulangan sengkang vertikal direncanakan dengan tepat
untuk menahan gaya geser tersebut. Pada daerah tekan/ditengah bentang, pengaturan jarak antar sengkang perlu dilakukan untuk menentukan perilaku keruntuhan dari suatu struktur balok.
Untuk menganalisis akibat pengaturan jarak antar sengkang ditengah bentang pada struktur balok,
model dengan jarak antar sengkang ditengah bentang masing–masing 40; 80; 120; 150; 125; 100; 75 dan 50 mm. Analisis model menggunakan program komputasi ANSYS Ed.9.0. Model material beton menggunakan model SOLID65 dengan parameter nilai tegangan–regangan beton dihitung menggunakan persamaan usulan Kent and Park untuk beton mutu normal dan model material baja tulangan menggunakan model LINK8 dengan parameter nilai tegangan–regangan baja tulangan dihitung menggunakan persamaan usulan Park and Paulay untuk beton mutu normal. Model baja tumpuan perletakan balok dan tumpuan beban menggunakan SOLID45 dan diasumsikan bersifat linier. Analisis model balok untuk menentukan perubahan nilai beban–deformasi, daktilitas struktur balok.


Kata Kunci : Balok Beton Mutu Normal; Jarak Antar Sengkang; Daerah Kritis; ANSYS Ed.9.0;
Beban–Deformasi; Daktilitas Kurvatur.

Full Text

Full Text