Home > Vol 3, No 1 (2018) > Dulbari, Yuriansyah, Zainal Mutaqin, Lisa Erfa, I Gde Darmaputra

PELATIHAN TEKNIS PEMBUATAN KOMPOS JERAMI PADI DI DESA BANJARREJO KECAMATAN BATANGHARI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Dulbari, Yuriansyah, Zainal Mutaqin, Lisa Erfa, I Gde Darmaputra

Abstrak

Abstract The level of fertility of paddy fields in Banjarrejo was decreasing, this is indicated by low rice productivity, fertilization response was leveling of, topsoil were shallow, and rice easy lodged. Fertility degradation of paddy fields occurs continuously. Factors that encourage the ongoing process of soil fertility degradation is concept application of High External Input Agriculture (HEIA) on the cultivation of crops, especially rice.Rice straw can be used as an alternative to increase soil fertility and maintain the health of paddy field. Straw is the main product of rice cultivation in the form of organic fertilizer because its potential reaches 1.5 x grain yield. However, the potential that is available cheaply and easily and Lack of information and knowledge about straw causes many farmers not to utilize straw to the fullest. Straw is still regarded as an obstacle in tillage, where the nest mice, disease sources, and sources of dirt that must be cleaned. Many farmers actually burn the its after harvesting, or get rid of it elsewhere because it is considered disturbing. Farmers have not used it to be composted because many still do not have the skills to make it.State Polytechnic of Lampung has the role and responsibility to transfer technology that is beneficial to society especially in the case of making straw compost  through program of Community Service. Technical Training Composting of Rice Straw was conduct in Banjarrejo Village, Batanghari District, East Lampung Regency in April-September 2013. The use of straw compost in paddy fields can increase rice production while maintaining sustainable soil health.   Keywords: Soil fertility, Straw compost, rice production  

Abstrak
Tingkat kesuburan lahan sawah di Desa Banjarrejo semakin menurun, hal ini ditandai dengan produktivitas padi yang rendah, respon terhadap pemupukan melandai, lapisan bajak semakin dangkal, dan tanaman padi mudah rebah. Degradasi kesuburan lahan sawah terjadi secara terus menerus.  Faktor yang mendorong terjadinya proses degradasi kesuburan lahan secara berkelanjutan adalah penerapan konsep High External Input Agriculture (HEIA)  pada budidaya tanaman khususnya padi sawah.  Jerami padi dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan kesuburan lahan dan menjaga kelestarian kesehatan lahan.  Jerami merupakan produk utama bertanam padi sawah dalam bentuk pupuk organik karena potensinya mencapai 1,5 x hasil gabah.  Namun potensi yang tersedia secara murah dan mudah serta multi manfaat ini belum banyak dimanfaatkan oleh petani padi sawah, termasuk petani yang ada di Desa Banjarrejo. Kurangnya informasi dan pengetahuan tentang jerami menyebabkan banyak petani belum memanfaatkan jerami secara maksimal. Jerami masih dianggap sebagai bahan penghambat dalam pengolahan tanah, tempat bersarangnya tikus, sumber penyakit, dan sumber kotoran yang harus dibersihkan.  Banyak petani yang justru membakar jerami setelah panen, atau menyingkirkannya ke tempat lain karena dianggap mengganggu.  Petani belum  memanfaatkannya menjadi kompos karena masih banyak yang belum mempunyai keterampilan untuk membuatnya.  Politeknik Negeri Lampung mempunyai peran dan tanggungjawab untuk  mentransfer teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat khususnya dalam hal pembuatan kompos jerami melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat.  Kegiatan Pelatihan Teknis Pembuatan Kompos Jerami  dilaksanakan di Desa Banjarrejo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur pada April-September 2013. Penggunaan kompos jerami pada lahan sawah dapat meningkatkan produksi padi sekaligus menjaga kelestarian lahan secara berkelanjutan.   Kata Kunci : Kesuburan lahan,  kompos Jerami, produksi padi

Full Text

Full Text