Home > Vol 3, No 1 (2018) > Siti Maimunah; Fahruni; Nanang Hanafi

PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN HUTAN GAMBUT DENGAN PEMANFAATAN PURUN

Siti Maimunah; Fahruni; Nanang Hanafi

Abstrak

Abstract Degraded peat swamp forest in Central Kalimantan influence the economical activities of community around the forest. The terrible activities of community were exploited the forest, and it must stop now with more solution to make a new sustainable  livelihood.  Now, forest can’t support us to increasing the economical vaues for community. The effects of lossing the forest are the earth temperate will rised,   we can’t found wood for tools, and  also non timber forest product. Now is the time for helping the community to found the ideas  for  resolve the economical  problems caused the lossing the forest with more economical activities like make a purun handicraft to open the idea of community how to protect their forest, the habitat of purun, the material to make the handicraft. The aims of those activities  are to indirect protecting  activities for the forest area and rehabilitation action with purun cultivation and to optimizing purun for industrial activities of purun handycraft. There are two activities for save the forest socialization and training of purun handycraft for community without destrooyed the last forest it. The activities has done in Rantau Kujang village of South Barito District Central of Kalimantan on 23th November 2017 supported by Indonesian Climate Changes Trust and Fund (ICCTF) with Focus Group Discusion method and the intensive training  for community about purun cultivation and processing the industrial purun handycraft.. The results are community have more new idea for sustainable livelihood without destroyed their forest.  Before our training the Community only can to break their forest, but now they have found  more idea for economical activities and sustainable act for forest. Community need a support and suggestion to found more livelihood activities with a link for marketing and the right cultiivation.   Key Word :  economical increasing, peatswamp forest, purun  

Abstrak
Kerusakan hutan  gambut yang terjadi di Kalimantan Tengah sepanjang dekade terakhir ini berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat yang hidup disekitar hutan. Kebiasaan masyarakat mengeskploitasi hutan hendaknya harus sudah diakhiri dengan menciptakan lapangan kerja baru yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Hutan tidak bisa lagi menjadi tumpuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Ketiadaan hutan berdampak pada naiknya suhu bumi, langka kayu maupun hasil hutan ikutan lainnya. Kini saatnya membantu masyarakat untuk menemukan solusi baru untuk mengatasi masalah kesulitan ekonomi yang terdampak dari hilangnya hutan dengan menemukan rantai ekonomi baru bagi masyarakat antara lain dengan pemanfaatan purun untuk membuat kerajinan yang mempunyai nilai seni dan nilai jual tinggi.  Adanya kerajinan purun membuka ide kepada masyarakat untuk tetap menjaga kawasan hutannya, karena tumbuhan purun tumbuh bersamaan dengan tumbuhnya pohon hutan. Tujuan yang diharapkan dalam kegiatan pelatihan ini adalah untuk menjaga hutan dan merehabilitasi hutan secara tidak langsung dengan mengoptimalisasi pemanfaatan purun untuk kerajinan tangan. Kegiatan berupa sosialisasi kelestarian hutan dan pelatihan kerajinan purun untuk masyarakat yang merupakan salah satu solusi untuk peningkatan ekonomi  masyarakat tanpa merusak hutan yang tersisa. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Rantau Kujang Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah pada 23 November 2017 yang didanai oleh Indonesian Climate Changes Trust and Fund (ICCTF) dengan metode Focus Group Discusion  dan Pelatihan intensif kepada masyarakat tentang budidaya dan pengolahan purun menjadi kerajinan tangan untuk diperjualbelikan sebagai cinderamata. Hasil yang diperoleh bahwa masyarakat memperoleh gagasan baru untuk beralih mata pencaharian dengan kegiatan ekonomi yang lebih ramah lingkungan dan tidak merusak alam. Masyarakat yang sebelumnya hanya bisa merussak alam, setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan menjadi lebih produktif. Pasar produk masyarakat juga telah ditemukan sehingga kegiatan ini bisa berkelanjutan. Masyarakat perlu dukungan dan saran untuk menemukan mata pencaharian yang berkelanjutan dengan menghubungkan jaringan pemasaran dan teknik budidaya yang  tepat.   Kata Kunci :  Peningkatan ekonomi; Hutan Gambut; Purun

Full Text

Full Text