Home > Vol 3, No 1 (2018) > Rinny Ardina, Nurhalina, Suratno, Dwi Purbayanti, Fera Sartika, Agus

SURVEI JENTIK NYAMUK Aedes aegypti DI PERUMAHAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENTENG KOTA PALANGKA RAYA

Rinny Ardina, Nurhalina, Suratno, Dwi Purbayanti, Fera Sartika, Agus

Abstrak

ABSTRACT Severe dengue or Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) occurrence in Palangka Raya is frequently becomes epidemic. The morbidity rate (incidence rate) of DHF cases in Central Kalimantan in 2016 reached 69.1 per 100,000 population with mortality rate (fatality rate) of 1.4%. The morbidity rate reached 278.4 per 100,000 population in Palangka Raya, the second place after North Barito regency. Based on Ministry of Health Republic of Indonesia’s Strategic Planning (Renstra), targets for dengue fever in 2016 should be <49 per 100,000 population, Central Kalimantan Province has not achieved the target yet. The Central Kalimantan Provincial Health Office reported the epidemy of DHF in 2017 occurred in the working area of Menteng Community Health Center. The report found a case that all family members of a household sufferred from DHF. This community service aimed to educate the community to survey of dengue larvae independently, to develop the community’s knowledge and awareness about the importance of support from larvae monitoring specialator Juru Pemantau Jentik (also briefly known as Jumantik) and to increase community participation in DHF prevention movement in Palangka Raya. The method of this community service used site survey, observation, interview, larva examination and reporting of results. The survey activity of larvae showed that Aedes aegypti mosquito larvae was identified in 13.3% of the houses, mostly found in bathtubs, water shelters and water container  of water dispensers. Keywords: Survey of Larvae, Epidemy, Dengue Hemorrhagic Fever, Aedes aegypti, Palangka Raya  

ABSTRAK
Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di kota Palangka Raya kerapkali disertai dengan Kejadian Luar Biasa (KLB). Pada tahun 2016, angka kesakitan (incidence rate) DBD di Kalimantan Tengah mencapai 69,1 per 100.000 penduduk dengan angka kematian (fatality rate) sebesar 1,4%. Sedangkan di kota Palangka Raya, angka kesakitan mencapai 278,4 per 100.000 penduduk, kedua terbanyak setelah kabupaten Barito Utara. Berdasarkan target Renstra Kementerian Kesehatan untuk angka kesakitan DBD tahun 2016 itu sebesar < 49 per 100.000 penduduk, dengan demikian Provinsi Kalimantan Tengah belum mencapai target yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan. Melalui laporan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, KLB DBD pada tahun 2017 terjadi di perumahan wilayah kerja Puskesmas Menteng, dimana ditemukan dalam satu rumah tangga DBD menyerang semua anggota keluarga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu masyarakat melakukan identifikasi jentik secara mandiri, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya dukungan dari jumantik serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam gerakan pengendalian DBD di kota Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah survei lokasi, observasi dan wawancara, pemeriksaan jentik dan pelaporan hasil. Dalam kegiatan identifikasi jentik, diperoleh 13,3% rumah ditemukan jentik nyamuk Aedes aegypti yang sebagian besar ditemukan pada bak mandi, penampungan air dan wadah penampung air dispenser. Kata Kunci: Survei Jentik,  Kejadian Luar Biasa, Demam Berdarah Dengue, Aedes aegypti, Palangka  Raya

Full Text

Full Text