Home > Vol 3, No 1 (2018) > Riyanti, Legawati

PENDAMPINGAN KONSELOR SEBAYA DALAM PENCEGAHAN ANEMIA REMAJA PUTRI

Riyanti, Legawati

Abstrak

Abstract Anemia is a nutritional problem in the world, especially in developing countries. The incidence of female anemia in Indonesia is still high. Young women have ten times greater risk of anemia than young men. This is because teenage girls experience menstruation every month and are in a period of growth so that requires more iron intake. Efforts made in addition to providing blood-boosting tablets also involve the participation of peers in adolescent groups to prevent anemia in adolescents further through peer counselors on prevention of anemia in young women. Methods of community service that is with Peer Counselor Assistance On Prevention of Young Women Anemia. This activity is carried out for 3 months which is divided into 3 stages: (1) planning stage, (2) implementation stage, (3) evaluation stage. The results obtained an increase in the counseling service process from 27 at the first meeting to 32.33 at the third meeting Keyword : Prevention of Anemia, Peer counselors, Teenage girls    

Abstrak
Anemia merupakan masalah gizi di dunia, terutama di negara berkembang. Angka kejadian anemia remaja putri di Indonesia masih cukup tinggi. Remaja putri memiliki risiko sepuluh kali lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra. Hal ini dikarenakan remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Upaya yang dilakukan selain memberikan tablet tambah darah juga melibatkan peran serta dari  teman sebaya pada kelompok remaja untuk mencegah anemia pada remaja lebih lanjut melalui konselor teman sebaya tentang pencegahan anemia pada remaja putri. Metode pengabdian kepada masyarakat yaitu dengan Pendampingan Konselor Sebaya Pada upaya Pencegahan Anemia Remaja Putri. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Isen Mulang Palangka Raya selama 3 bulan yang terbagi dalam 3 tahap yaitu: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap evaluasi. Hasil didapatkan peningkatan proses layanan konseling dari 27 pada pertemuan pertama menjadi 32,33 pada pertemuan ketiga, sedangkan penilaian hasil layanan konseling semuanya dengan kriteria sangat baik (41,8). Simpulan: kegiatan pendampingan konselor sebaya dalam pencegahan anemia remaja putri  dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku remaja putri dalam mencegah anemia.   Kata Kunci: Konselor Sebaya, Pencegahan Anemia, Remaja Putri

Full Text

Full Text